Bakpia, Wisata Jogja dalam Rasa

Bakpia wisata jogja dalam rasa

Tak ada yang berlebihan rasanya jika menyebut bakpia sebagai salah satu makanan khas Jogja yang terus diburu karena rasanya yang memancing dua hal, penasaran atau kepingan ingatan. Biasanya (di masa sebelum pandemi) membeli bakpia adalah agenda yang harus disempatkan pada hari terakhir wisata Jogja. Ada ruang khusus dalam tas dan untuk mengamankan makanan berbentuk bulat pipih berwarna putih ini.

Seperti kebanyakan orang yang pernah membeli bakpia sebagai salah satu oleh-oleh andalan, makanan ini juga sering kali saya simpan sendiri untuk memperpanjang rasa Jogja setibanya di kota lain. Bahkan ketika saya akhirnya menetap di sini, saya kerap menghadiahi diri sendiri dengan sekotak bakpia yang baru saja selesai dipanggang.

Saya rasa, belum banyak memang yang menjadikan bakpia sebagai camilan sehari-hari. Sejak populer di tahun 1990-an sebagai buah tangan dan tujuan wisata Jogja, bakpia emang banyak dibanggakan untuk mengingatkan manisnya Jogja untuk para pelancong dibanding jadi suguhan utama meja tamu masyarakat asli.

Padahal tumbukan kacang hijau yang lembut ketika menyentuh lidah dan selingan garing gurih kulit bakpia menjadi paduan yang  cocok dalam berbagai acara. Ukurannya yang dibuat dalam satu dua gigit saja tidak menjadikan orang yang memakan kewalahan karena kekenyangan.

Berkembang Rasa Makin Dicinta

Kini, tak cuma bakpia isi kacang hijau yang mudah didapat di berbagai toko. Ada beragam rasa yang dimasukkan bersama kacang hijau, tentu bukan rasa yang pernah ada. Rasa yang saya maksud misalnya coklat, greentea, dan keju. Tiga rasa andalan yang kini akrab dalam makanan dan minuman anak muda.

Oh satu lagi! Saya senang sekali jika menemukan merk bakpia yang menyediakan varian kumbu hitam. Kumbu sendiri sebenarnya ya tumbukan manis kacang pada resep aslinya, sih. Tapi kumbu hitam kacang yang dipakai adalah kacang merah. Sepertinya saya maklum mengapa tak banyak yang mampu mengeluarkan bakpia kumbu hitam ini. Kacang merah yang tidak tepat dapat menimbulkan bau langu. Sejauh ini saya jatuh cinta pada bakpia kumbu hitam dari Bakpia Mutiara. Setiap kali kotaknya saya buka, ya minimal tiga buah lah bisa saya habiskan.

Rasa yang Tahan Lama

Selain punya varian kumbu hitam yang manisnya lebih ringan dari isian kacang hijau, sebagai anak kost yang doyan coba-coba bakpia ini punya varian aneka rasa. Dalam satu kotak saya bisa mencicipi 5 rasa yang mereka punya. Hal menyenangkan lainnya yang saya temukan dari bakpia ini adalah daya simpannya yang tahan lama.

Bakpia aneka rasa

Bayangkan betapa lebarnya senyum saya ketika menemukan bakpia yang  hanya saya simpan di kamar sekitar seminggu tak berubah rasa atau aromanya, padahal klaim mereka adalah 4 hari. Ya paling yang hilang hanya bau panggangannya karena kotaknya sering saya buka tutup. Ini berarti saya bisa mengobati kerinduan teman-teman atau keluarga saya yang sampai saat ini belum bisa lagi mengunjugi saya di Jogja. Entah di Jakarta, Sumatera, atau Nusa Tenggara kayaknya sih aman ya. Nanti kalau sudah saya coba, saya tambahkan di sini.

Kalau sekiranya kamu sudah ngga tahan kangennya sama Jogja pesan saja di website mereka juga bisa. Pandemi ini tak selesai dalam semalam, bepergian juga hanya menambah cemas saat ini. Jadi daripada murung kan? Mending makan enak di rumah sambil mengenang hal-hal manis yang pernah kamu punya di kota istimewa ini.